Selasa, 11 Desember 2018

Asian Para Games: Ni Nengah Dapat Perunggu, Sriyanti Raih Perak

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriyanti (kiri) dan Ni Nengah Widiasih (kanan) mereka masing-masing meraih medali perak cabang olah raga angkat berat katergori puteri di atas 86 kilogram dan perunggu kategori 86 kilogram Asian Para Games 2018 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Oktober 2018. TEMPO/KHORY

    Sriyanti (kiri) dan Ni Nengah Widiasih (kanan) mereka masing-masing meraih medali perak cabang olah raga angkat berat katergori puteri di atas 86 kilogram dan perunggu kategori 86 kilogram Asian Para Games 2018 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Oktober 2018. TEMPO/KHORY

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menambah dua medali Asian Para Games 2018 dari cabang angkat berat, yakni perak dari kelas 86 kilogram putri dan perunggu dari kelas 86 kilogram putri. Masing-masing medali tersebut direbut oleh Sriyanti dan Ni Nengah Widiasih.

    Sriyanti berhasil mengangkat berat hingga 118 kilogram, sementara atlet Korea juga berhasil mengangkat beban yang sama. Namua Sri kalah berat di badan. Sementara di tempat ketiga, perunggu, diraih oleh atlet Filipina Adelibe Ancheta dengan mengangkat beban 107 kilogram.

    "Perasaannya senang dan ada sedihnya karena nggak bisa dapat emas saya cuma kalah berat bada saja," ujar Sriyanti setelah pengalungan medali di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Oktober 2018.  

    Sri melanjutkan,  "Sebenarnya untuk emas peluangnya ada dan sangat besar. Tadi tuh ada salah teknis, jadi saya angkatan yang ketiga itu buru-buru dan grogi, sebenarnya bisa dan sudah saya kuasai karena saya buru-buru saja."

    Sri menceritakan awal mula dirinya aktif menjadi atlet angkat berat. Pertama kali ditawari temannya bernama Harti yang juga seorang atlet disabilitas dari cabang olah raga atletik. "Kamu mau ikut powerlifting enggak," ujar Sri mengikuti nada temannya. "Kemudian aku bilang mau, terus ya sudah aku diminta untuk latihan setian hari, nge-gim. Eeh terus ada Kejurnas waktu itu daftar dan ikut, dapat emas. Terus latihan-latihan lagi ikut Peparnas dapat emas lagi, dan di ASEAN Para Games di Malaysia tahun lalu dapat perak," lanjut Sri, yang mengaku pemalu itu.

    Ditempat yang sama Ni Nengah juga mengungkapkan kebahagiaan setelah mendapatkan medali perunggu.  "Awal ke sini saya enggak punya harapan lagi, setelah saya tanding puji syukur saya mendapatkan medali perunggu. Dari awal saya ditargetkan mendapat medali, tapi saya lihat lawan-lawannya akhirnya saya pasrah dan dapat ini," kata Ni Nengah sembari menunjukkan medalinya.

    Ni Nengah mengangkat beban 95 kilogram kalah dari atlet Korea Youngsun Lee yang mengangkat beban 107 kilogram. Adapun emas diraih atlet asal Cina Feifei Zheng yang berhasil mengangkat beban 135 kilogram, sekaligus jadi rekor baru Asian Para Games.

    Bagi Ni Nengah, Asian Para Games tahun ini merupakan pertandingannya yang keempat selama menjadi atlet angkat berat. Dia mulai menggeluti olah raga itu sejak tahun 2008, tapi mengikuti pertandingan empat tahun lalu di Asian Para Games di Korea.

    "Saya dapat perunggu dulu di cara yang sama, Asian Para Games, PON Kalimantan Timur saya ikut dan dapat perunggu di sana, dapat emas di Riau dan PON 2016 emas juga di bandung," kata Ni Nengah.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.