Rabu, 17 Oktober 2018

Asian Para Games: Indonesia Kumpulkan 24 Emas, Tetap Urutan 6

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perenang Indonesia Jendi Pangabean berselebrasi usai finish terdepan dalam nomor renang 100 meter gaya punggung putra S9 Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Jendi berhasil meraih emas dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Perenang Indonesia Jendi Pangabean berselebrasi usai finish terdepan dalam nomor renang 100 meter gaya punggung putra S9 Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018. Jendi berhasil meraih emas dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia masih mapan di posisi enam klasemen perolehan medali Asian Para Games 2018 dengan mengumpulkan 24 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Pada Kamis, 11 Oktober 2018, Indonesia menambah satu emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu.

    Medali emas dipersembahkan Jendi Pangabean dari nomor renang 100 meter gaya punggung putra S9. Di cabang sama, tim estafet para-renang putra Indonesia yang terdiri dari Guntur, Jendi Pangabean, Tangkilisan Steven Sualang, dan Suriansyah merebut medali perunggu pada nomor renang 4x100 meter estafet gaya ganti putra 34 poin.

    Pada cabang para-atletik, atlet putri Ni Made Arianti Putri menyumbang medali perak pada perlombaan nomor lari 400 meter T13. Medali yang sama dipersembahkan atlet putra Nur Ferry Pradana pada nomor lari 400 meter putra T45/46/47. Sementara, Eko Saputra menyabet medali perunggu nomor lari 400 meter putra T12.

    Pebalap sepeda putri Sri Sugiyanti pada nomor para-balap sepeda individual pursuit 3.000 meter putri menyumbang medali perak bagi kontingen Merah-Putih. Kemudian, Herman Halawa menyumbang medali perunggu pada nomor perlombaan putra individual pursuit 4.000 meter putra pada cabang para-balap sepeda. Tim sprint putra kelas C1-5 juga menyumbang medali perunggu pada cabang para-balap sepeda.

    Cabang para-angkat berat menyumbang satu medali perak dan satu medali perunggu pada Kamis. Medali perak dipersembahkan Sriyanti pada kelas lebih dari 86 kilogram putri. Sedangkan Ni Nengah Widiasih menyumbang medali perunggu pada nomor 86 kilogram putri.

    "Kami bersyukur karena pada hari kelima kami dapat melebihi target meraih medali emas. Tentu target ini adalah usaha maksimal. Tapi, masih ada hari esok dan kita akan berjuang untuk meraih pundi-pundi emas," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi selepas menonton perlombaan para-renang.

    Kontingen Indonesia, menurut Menpora, masih berpeluang untuk menambah perolehan medali pada cabang bulu tangkis, lawnboul, dan catur. "Saya akan terus menyemangati atlet agar mereka bisa terus bersemangat. Tentu kita senang berada di tribun penonton dan siap teriak-teriak serta loncat-loncat," kata Menpora.

    Menpora berjanji akan mengumumkan secara resmi bonus yang akan diperoleh para peraih medali Asian Para Games pada Jumat, 12 Oktober.

    Kini, kontingen Indonesia masih bertahan pada posisi sementara keenam dengan total 24 medali emas, 33 medali perak, dan 39 medali perunggu. Kontingen Uzbekistan berada di atas Indonesia atau peringkat kelima sementara dengan total 31 medali emas, 20 medali perak, dan 16 medali perunggu. Pada posisi puncak, kontingen Cina seakan tidak terkejar dengan mengoleksi 137 medali emas, 69 medali perak, dan 49 medali perunggu.

    Klasemen perolehan medali Asian Para Games 2018

    NegaraEmasPerakPerunggu
    1. Cina137  69  49  
    2. Korea 43  37  34  
    3. Iran40  32  32  
    4. Jepang31  52  56  
    5. Uzbekistan31  20  16  
    6. Indonesia24  33  39  
    7. Thailand19  26  38  
    8. Malaysia13  18  19  
    9. India8  17  25  
    10. Hong Kong6  10  19 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.