Selasa, 13 November 2018

Honor Pengibar Bendera Asian Games 2018 Belum Dibayar

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penonton berdiri di antara bangku tribun yang kosong saat upacara penyerahan medali dan pengibaran bendera cabang Olah Raga Atletik ASEAN Paragames (APG) VI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (17/12). Memasuki hari ke-2, gelaran pesta Olah Raga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara ini masih sepi penonton. ANTARA/Ismar Patrizki

    Seorang penonton berdiri di antara bangku tribun yang kosong saat upacara penyerahan medali dan pengibaran bendera cabang Olah Raga Atletik ASEAN Paragames (APG) VI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah (17/12). Memasuki hari ke-2, gelaran pesta Olah Raga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara ini masih sepi penonton. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra dalam upacara penghormatan pemenang Asian Games 2018 mempertanyakan honor yang belum mereka terima. Seorang anggota Paskibra mengatakan belum menerima honor yang dijanjikan selama 22 hari bekerja untuk membantu menyerahkan medali bagi para atlet yang menjadi juara.

    "Sampai sekarang belum ada kejelasan," kata perempuan yang namanya tak mau disebutkan itu, seperti diberitakan Koran Tempo edisi Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Baca: Bonus Atlet Asian Para Games 2018 Diberikan Sebelum Penutupan

    Dia menjelaskan bahwa tim upacara penghormatan pemenang Asian Games, yang berjumlah 300 orang, tak hanya direkrut dari anggota Purna Paskibra Indonesia. Ada juga anggota tim yang berasal dari TNI dan Kepolisian RI.

    Ketika direkrut, anggota Paskibra ini mendapat penjelasan bahwa tim upacara penghormatan bakal mendapat honor Rp 400 ribu plus uang transpor Rp 150 ribu per hari dari Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc). "Kalau ditotal, saya dapat sekitar Rp 12 juta karena saya bekerja selama 22 hari," ujar wanita lulusan sekolah menengah atas di Jakarta ini.

    Terakhir, kata dia, Inasgoc berjanji mencairkan honor pada 4 Oktober lalu. Inasgoc juga telah meminta rekening dan nomor pokok wajib pajak anggota upacara penghormatan. "Sampai sekarang belum dibayar juga," ujarnya. "Intinya, tidak ada transparansi soal honor kami."

    Anggota tim upacara penghormatan atlet lainnya menyatakan hal yang sama. Murid sebuah SMA negeri di Jakarta Selatan itu meminta agar Inasgoc segera mencairkan honornya. Masalahnya, kata dia, sejak awal honor untuk tim penghormatan pemenang tak tercantum dalam kontrak tertulis. "Kami mau protes terhambat sama bukti,” kata dia.

    Deputy Games Operation Inasgoc, Harry Warganegara, membenarkan belum mencairkan honor untuk tim upacara penghormatan pemenang. Dia beralasan bahwa honor belum cair karena ada revisi jumlah. "Agak delay karena ada permohonan ditambah dari perencanaan," ujarHarry.

    Awalnya, menurut Harry, tim upacara penghormatan atlet akan dibayar berdasarkan jumlah hari kerja mereka. Belakangan, tim cadangan pun diputuskan mendapat honor karena mereka ikut berlatih serta membantu tim inti yang bertugas. "Jadi, ada penambahan anggaran untuk honor mereka," ujar Harry.

    Adapun besaran honor untuk pengibar bendera Asian Games 2018 yang bakal diberikan, menurut Harry, adalah Rp 400 ribu per hari. Honor tersebut mengacu pada standar biaya masukan lainnya dari Kementerian Keuangan. "Jumlah tersebut belum dipotong pajak," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.