Selasa, 13 November 2018

We Are One Wonder, Tema Penutupan Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/ Fikri Arigi

    Upacara penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018. Tempo/ Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berlangsung selama seminggu, Asian Para Games 2018 akhirnya berakhir. Upacara penutupan pesta olahraga penyandang disabilitas Asia ini berlangsung di Stadion Madya, Senayan, Sabtu malam, 13 Oktober 2018.

    We Are One Wonder atau Kita adalah Satu Keajaiban diusung menjadi tema acara penitipan. Menurut panitia Asian Para Games, Indonesian Para Games Organizing Comittee (Inapgoc), tema ini dipilih karena Asia terdiri dari atas kolektifitas kultural dan budaya.

    Wonder merupakan representasi dari atlet penyandang disabilitas yang dapat mencapai pencapaian luar biasa. Inapgoc mengatakan hal itu merupakan sesuatu yang ajaib, yang melampaui segala keterbatasan. "Tema ini merayakan keberhasilan para atlet yang luar biasa, yang membuktikan bahwa saat ini kita bersatu, banyak hal ajaib dan luar biasa," ungkap Inapgoc dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo hari ini.

    Penutupan digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Komplek GBK, Jakarta. Gerbang mulai dibuka pada pukul 17.00 dan acara dimulai pada 19.00.

    Di bawah arahan Exceutive Creative Director Raja Sapta Oktohari dan Ceremonies Director Aulia Mahariza, Inapgoc menjanjikan pagelaran yang unik untuk membungkus pengalaman Asian Para Games 2018, yang diklaim penuh dengan inspirasi.

    Upacara penutupan Asian Para Games ini melibatkan 100 polisi cilik, 10 dalang, 20 penari, 22 contoh bunga nasional, dan dibantu oleh78 relawan dari seluruh Indonesia. Sejumlah artis tanah air pun akan turut memeriahkan acara, selain itu ada pula girlband asal Korea Selatan, AOA.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.