Selasa, 11 Desember 2018

Target Emas Asian Games Terlewati, Jokowi: Penyebabnya adalah...

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi Asian Games _Eko (Instagram @Jokowi).jpg

    Jokowi Asian Games _Eko (Instagram @Jokowi).jpg

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian sementara Asian Games 2018. "Harus kita syukuri, alhamdullilah target perolehan medali 16 emas sudah terlampaui," ujar Jokowi di Yogyakarta Rabu 29 Agustus 2018.

    Sebelumnya pemerintah menargetkan Indonesia bisa mendapatkan setidaknya 16 emas dalam perhelatan Asian Ganes. Namun berdasarkan update perolehan medali Asian Games pada Rabu 29 Agustus 2018, kontingen Indonesia berhasil mencatat rekor dengan mendapatkan 27 medali emas meski tetap di urutan ke 4 peringkat Asian Games.

    Baca: Erick Thohir: Tiket Upacara Penutupan Asian Games Habis Dipesan

    "Hasil Asian Games ini perjuangan panjang para atlet, pelatih, dan hasil mereka mengikuti berbagai try out juga kompetisi di luar negeri yang kadang jangka waktunya bukan hanya sebulan dua bulan, tapi bisa sampai empat bulan," ujar Jokowi.

    Jokowi juga melihat sendiri bagaimana para atlet Indonesia bekerja keras demi mendulang medali. "Saya melihat sendiri para atlet itu di lapangan benar benar bekerja keras, mereka habis-habisan, semua ingin persembahkan yang terbaik dan saya yakin masih akan ada terus tambahan medali untuk kita," ujar dia.

    Jokowi pun menilai jika kemajuan cukup gemilang yang dicapai kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 ini juga tak bisa dilepaskan dari perbaikan manajemen di bidang keolahragaan tanah air.

    "Saya melihat ada penyederhanaan manajemen, sehingga anggaran sekarang betul betul bisa sampai ke atlet, ke cabang-cabang olahraga, mereka bisa menggunakan secara optimal untuk kebutuhan yang diperlukan, atlet dan pelatih juga termotivasi," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.