Selasa, 13 November 2018

3 Cabang Ini Jadi Andalan Indonesia di Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam pawai obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama yang disambangi pawai obor Asian Para Games 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    Atlet Para Games, Jaenal Aripin (tengah), bersama Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) membawa lentera api dalam pawai obor Asian Para Games 2018 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 September 2018. Solo menjadi kota pertama yang disambangi pawai obor Asian Para Games 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - National Paralympic Committe (NPC) Indonesia menetapkan tiga cabang olahraga bakal menjadi lumbung untuk merebut medali emas pada Asian Para Games 2018 Jakarta, 6-13 Oktober yaitu para bulu tangkis, renang, dan catur.

    Ketua Pembinaan dan Presasi NPC Indonesia, Waluyo, mengatakan apa yang dilakukan sesuai dengan kemampuan atlet serta didasarkan pada hasil latihan maupun ujicoba baik di dalam dan luar negeri yang selama ini dilakukan.

    Baca: Asian Para Games 2018: Ambisi David Jacobs Pertahankan Emas

    "Itu hasil kajian yang kami lakukan. Harapan kami bisa lebih banyak lagi termasuk di luar cabang olahraga itu. Total ada 18 cabang yang kita ikuti," katanya di sela pawai lentera api Asian Para Games 2018 di Solo, Rabu.

    Menurut dia, pada pesta olahraga khusus atlet difabel empat tahunan ini, cabang lain yang diharapkan menyumbang emas adalah atletik, tenis meja dan angkat berat.

    Baca: Klasifikasi Atlet Asian Para Games 2018: Protes Bayar Rp 2,9 Juta

    "Harapan kami, atletik bisa meraih tiga emas, tenis meja dua emas dan angkat berat satu emas. Jadi target kami adalah 18 emas. Untuk posisi klasemen bisa bergerak ke atas. Ke peringkat tujuh," kata Waluyo.

    Meski menargetkan banyak medali, Waluyo menyadari jika membutuhkan kerja keras untuk meraihnya. Untuk itu pihaknya meminta atlet untuk tenang dan fokus untuk menghadapi kejuaraan tersebut meski pihaknya tidak memberikan beban yang berlebihan.

    Baca: Menpora Ingin Asian Para Games 2018 Semeriah Asian Games 2018

    Pihaknya juga menyadari jika atlet dari negara lain juga ingin menjadi yang terbaik. Cina dan Jepang diperkirakan bakal mendominasi Asian Para Games 2018 disusul Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, Thailand dan tuan rumah Indonesia.

    Sementara itu salah satu atlet para atletik Setio Budi Hartanto mengaku akan memanfaatkan momen menjadi tuan rumah untuk meraih prestasi tertinggi mengingat dari dua Asian Para Games sebelumnya hanya mampu mempersembahkan perunggu untuk Indonesia.

    "Sudah saatnya lebih baik dari hasil di Asian Para Games Doha maupun Guangzhou. Apalagi saat ini pemerintah memberikan bonus yang sangat besar untuk peraih medali emas," kata atlet dari nomor lompat jauh itu.

    Pemerintah saat ini memperlakukan hak yang sama antara atlet Asian Games maupun Asian Para Games dalam hal pemberian bonus. Peraih medali emas bakal diganjar bonus Rp 1,5 miliar.

    Para peraih emas Asian Games 2018 bahkan sudah bisa menikmati bonus sebelum kejuaraan ditutup secara resmi pada 2 September lalu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.