Selasa, 11 Desember 2018

Asian Para Games: Instruksi di Balik Medali Emas Syuci Indriani

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet renang Indonesia Syuci Indriani berselebrasi setelah menyelesaikan pertandingan final 100 meter gaya dada Asian Games 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Syuci berhasil menyumbang medali emas keempat bagi Indonesia. ANTARA

    Atlet renang Indonesia Syuci Indriani berselebrasi setelah menyelesaikan pertandingan final 100 meter gaya dada Asian Games 2018 di Aquatic Center, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Syuci berhasil menyumbang medali emas keempat bagi Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Syuci Indriani berhasil meraih medali emas di kategori Gaya Dada wanita 100 meter Asian Para Games 2018. Ia nyaris gagal meraihnya.

    "Karena disuruh all out jadi agak ngawur sedikit pas finisnya itu," ujar Syuci Indriani, seusai lomba di Jakarta, Senin, 9 Oktober 2018.

    Baca: Asian Para Games 2018: Raih Emas, Syuci: Kekuatan Mental

    Setelah mengucap syukur Syuci membeberkan performanya malam itu pada awak media. Syuci mengaku tidak dapat mengontrol emosi dalam pertandingan itu. Sehingga gaya berenangnya tidak beraturan dan hanya menang selisih waktu yang sangat tipis, 0,02 second, dari perenang di posisi kedua, Mai Deguchi dari Jepang.

    Sambil memeragakan gaya berenangnya, Syuci bercerita bagaimana ia mengeluarkan sepenuh tenaga sampai akhirnya menyentuh dinding kolam. Saking kerasnya ia mengayuh tangan dan kaki ia mengatakan tidak lagi tahu apa yang terjadi kala itu, di mana posisi lawan, dan bahkan sampai akhirnya namanya muncul di dalam layar Syuci tidak tahu ia finis di posisi pertama. Saat itu ia hanya tahu tugasnya adalah untuk berenang, dan kencang.

    Asisten pelatihnya, Bhima Kautsar yang menangani langsung setiap latihannya, tahu betul apa yang terjadi sesaat sebelum Suci bertanding. Saat itu Suci diberi instruksi bukan hanya untuk kencang, tapi kencang, makin kencang, dan paling kencang saat putaran akhir. Selain itu Suci pun diminta selalu memimpin sejak awal, tidak boleh ada orang lain di depannya.

    "Dari awal saya gak mau lihat kamu di belakang," kata Bhima pada wartawan menirukan instruksinya pada Suci, ketika ditemui di arena Aquatic, Komplek GBK, Jakarta, Senin 8 Agustus 2018.

    Sayang, lanjut Bhima, Syuci kehilangan kontrol emosi. Menurut dia atlet asuhannya itu sudah tidak berenang beraturan selepas 25 meter awal. Sejak meter 26 sampai akhir adalah hasil dari emosi Suci. Hampir tersalip pun, jadi konsekuensi.

    Selain kontrol emosi, Syuci mengatakan, ia tidak menemui rintangan apapun dalam lomba Asian Para Games itu. Lawan yang cukup berat pun dapat ia tangkal dengan kekuatan mental. "Tapi lebih pentingnya diri saya sendiri. Kalau diri saya mentalnya tidak bagus melawan orang lain pun akan susah," kata Syuci.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.