Rabu, 17 Oktober 2018

Prediksi Asian Para Games 2018 Selasa: Tren Emas Terjaga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Indonesia, Suparniyati (kanan) dan Tiwa, meluapkan kegembiraan setelah bertanding dalam babak final para-atletik nomor tolak peluru F20 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Suparniyati dan Tiwa masing-masing berhasil meraih medali emas dan perunggu. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    Atlet Indonesia, Suparniyati (kanan) dan Tiwa, meluapkan kegembiraan setelah bertanding dalam babak final para-atletik nomor tolak peluru F20 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Suparniyati dan Tiwa masing-masing berhasil meraih medali emas dan perunggu. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan kontingen Indonesia di arena Asian Para Games 2018 terbilang mulus dan mampu bersaing dengan negara lain yang jauh lebih siap. Hingga Selasa pagi, 9 Oktober 2018, kontingen Indonesia berada di posisi lima dengam raihan lima emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Sedangkan posisi puncak dihuni oleh Cina dengan raihan 39 emas, 15 perak dan 18 perunggu.

    Baca: Asian Para Games: Ogah Lepas Jilbab, Miftahul Terdiskualifikasi

    Selasa ini, Kontingen Indonesia bakal berjuang ikut memperebut 95 emas dari sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan. Kejutan-kejutan diharapkan kembali terjadi, seperti di cabang para-atletik yang sudah mengemas tiga emas.

    Jika dilihat dari target yang ditetapkan, para-atletik kurang satu emas saja. Peluang untuk memenuhi target sangat besar karena banyak nomor andalan seperti 100 meter T11 atas nama Abdul Halim Dalimunte juga belum dipertandingkan. Begitu juga nomor atletik di sektor putri.

    Baca: Asian Para Games 2018: Raih 5 Emas, Indonesia Urutan 6

    "Kontingen Indonesia masih haus medali dan akan terus bertanding sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Jangan biarkan atlet berjuang sendirian. Sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung dan mengawal langkah para pahlawan," kata Menpora Imam Nahrawi dalam keterangan resminya.

    Selain dari para atletik, Indonesia berpeluang untuk meraih medali dari cabang para-renang yang sebelumnya sudah menyumbang satu emas lewat Syuci Indriani. Pada cabang akuatik ini memang banyak peluang meski harus bersaing ketat dengan atlet asal Cina dan Korea Selatan.

    Tenis meja yang ditargetkan dua emas juga terus berjuang. Atlet senior David Jacobs tetap menjadi andalan. Hingga hari ketiga pelaksaan kejuaraan untuk disabilitas ini, tenis meja baru mengumpulkan satu perak dan satu perunggu. Untuk hari ini ada 11 medali emas yang diperebutkan.

    Begitu juga dengan para-balap sepeda. Meski tidak ditargetkan meraih emas. Muhammad Fadli dan kawan-kawan bertekad meraih medali emas karena peluang dinilai cukup terbuka. Ada beberapa nomor yang berpeluang diantaranya individual road race.

    "Road race beda dengan ITT. Di sini kerja sama dengan tim pendukung sangat dibutuhkan. Beda dengan ITT yang harus dilakukan sendiri. Makanya saya sangat optimistis," kata Muhammad Fadli yang sebelumnya meraih perak dari nomor ITT C4.

    Balap sepeda nomor road race C4 ini juga digelar di Sirkuit International Sentul, Bogor, Jawa Barat. Semua atlet yang turun bakal menempuh jarak 68 km yang terbagi dalam 17 putaran. Persaingan bakal berlangsung dengan ketat dan salah satu rivalnya berasal dari Cina.

    Tidak hanya dari atletik, renang, tenis meja dan balap sepeda. Kontingan Indonesia pada hari keempat kejuaraan empat tahunan ini juga berpeluang mengemas medali dari anggar kursi roda, tenpin boling, judo, angkat berat hingga menembak.

    Pada Asian Para Games 2018, Indonesia ditargetkan mampu masuk delapan besar klasemen akhir dengan raihan 16-17 medali emas. Peluang ini sangat terbuka mengingat cabang unggulan belum masuk tahap final seperti catur yang pada kejuaraan ini menargetkan empat medali emas. Begitu juga dengan bulu tangkis individu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.