Selasa, 13 November 2018

Bonus Atlet Asian Para Games Bebas Pajak, tapi Dipotong 30 Persen

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko setelah mengembalikan kok ke arah pasangan Hefang Cheng/Huihuima dalam final ganda putri Asian Para Games 2018 di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Leani sebelumnya mendapat medali perak dari nomor perorangan. TEMPO/Amston Probel

    Pebulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko setelah mengembalikan kok ke arah pasangan Hefang Cheng/Huihuima dalam final ganda putri Asian Para Games 2018 di Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018. Leani sebelumnya mendapat medali perak dari nomor perorangan. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Imam Nahrawi mengatakan bonus untuk para atlet peraih medali di Asian Para Games 2018 bersih, tanpa dipotong pajak sedikitpun. Namun, para atlet diwajibkan untuk berkontribusi sebanyak 30% dari bonusnya untuk National Paralympic Comittee (NPC) Indonesia.

    Baca: Hari Ini, Jokowi Serahkan Bonus Atlet Asian Para Games 2018

    Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun, mengatakan NPC sebagai organisasi yang menaungi atlet penyandang disabilita, sejak awal berdirinya selalu bergerak secara mandiri. Ia mengatakan NPC tidak memiliki anggaran untuk mendanai segala macam kegiatannya. Maka salah satu sumber dana mereka adalah dari bonus yang diterima para atlet penerima medali, ia menambahkan hal ini sudah tertuang dalam AD/ART organisasi mereka.

    "Di AD/ART ada tertulis semacam itu, setiap atlet yang mendapat medali memberikan kontribusi. Bukan dipotong," ujar Senny menjawab pertanyaan salah seorang wartawan dengan nada meninggi, pada konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Jumat 12 Oktober 2018.

    Baca: Ini Nilai Bonus untuk Atlet Asian Para Games 2018

    Pemotongan, lanjut Senny, tidak bisa ia lakukan. Pasalnya bonus yang akan diterima oleh atlet berupa rekening dan kartu ATM yang akan diberikan langsung kepada mereka, besok Sabtu 13 Oktober 2018, sebelum upacara penutupan.

    Adapun potongan sebesar 30% ini akan dialokasikan pada setiap tingkatan NPC. 5% untuk tingkat Kabupaten, 10% tingkat provinsi, dan 15% di tingkat nasional. Menurut Senny dana ini akan digunakan untuk keperluan operasional NPC, seperti menghadiri konferensi di luar negeri untuk mempromosikan atlet-atlet disabilitas Indonesia.

    "Kita perlu mengirimkan atlet ke single event, kita juga perlu ikut rapat ke mancanegara untuk menyuarakan Indonesia itu ada. NPC ibarat mobil, dan atlet penumpangnya, untuk maju tentu perlu bensin," ujar Senny.

    Salah satu atlet yang sempat dikonfirmasi soal hal ini adalah Rukaendi Ukun. Atlet bulu tangkis ini mengatakan tidak berkeberatan bila sebagian bonusnya memang harus dikontribusikan pada NPC.

    Baca: Asian Para Games 2018: Raih 33 Emas, Indonesia Mapan Urutan 6

    "Kalau menurut saya, saya bisa seperti ini karena NPC. Kalau pikiran saya, ya bagi-bagi rejeki. Jangankan ke organisasi, ke tetangga juga toh ikut mendoakan," kata Ukun di Istora, Komplek GBK, Jakarta, hari ini.

    Hingga Jumat malam, Indonesia sudah mengumpulkan 33 emas, 42 perak, dan 48 perunggu. Torehan itu akan memastikan Kontingen Merah Putih berada di urutan keenam klasemen perolehan medali Asian Para Games 2018 ini.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.