Selasa, 11 Desember 2018

Asian Games 2018: Hampir 2000 Petugas Doping dan Medis Disiapkan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil ambulans ICU yang digunakan tenaga medis saat Simulasi Emergency In Sports Events Asian Games 2018 di gedung Kemenkes, Jakarta, 4 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mobil ambulans ICU yang digunakan tenaga medis saat Simulasi Emergency In Sports Events Asian Games 2018 di gedung Kemenkes, Jakarta, 4 April 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyiapkan sekitar 150 petugas antidoping selama perhelatan pesta olahraga se-Asia di Jakarta dan Palembang.

    "Untuk antidoping ada 150 petugas yang kita siapkan," kata Sekretaris Jendral INASGOC Eris Herryanto usai menghadiri apel siaga tim kesehatan Asian Games 2018 di lapangan IRTI Monumen Nasional, Rabu.

    Eris mengemukakan INASGOC bekerja sama dengan PWC (Professional Worldwide Controls), sebuah perusahaan internasional yang ditunjuk oleh Komite Olimpiade Asia (OCA) sebagai koordinator tim antidoping Asian Games 2018.

    Baca: Jokowi Minta Semua Pihak Gencar Promosi Asian Games 2018

    Tim antidoping Asian Games 2018 menggunakan SSM (tenaga) dari Indonesia. "Kami melatih semua personel untuk bisa menyelenggarakan antidoping. Antidoping harus dilaksanakan melalui pengambilan sampel, baik urine maupun darah," kata Eris.

    Sampel-sampel tersebut, selanjutnya diuji di laboratorium di Doha, Qatar, sebagai salah satu laboratorium yang ditunjuk oleh OCA untuk uji sampel doping atlet-atlet yang berlaga di Asian Games 2018.

    Tim antidoping akan memulai tugasnya lebih awal karena ada sejumlah pertandingan cabang olahraga yang dimulai sebelum upacara pembukaan Asian Games 2018, seperti sepak bola, bola basket dan bola tangan.

    Sementara itu, 1.805 tenaga kesehatan terlatih disiapkan untuk memberikan berbagai pelayanan kesehatan kepada kontingen dan atlet selama berlangsungnya Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang.

    Baca: Sosialisasi Asian Games 2018 Lewat Gowes Nusantara di Semarang

    Selain 1.805 tenaga kesehatan terlatih, yang terdiri dari dokter, perawat serta fisioterapis, Kementerian Kesehatan bersama dinas terkait menyediakan 170 posko kesehatan di dalam arena pertandingan.

    Selain itu, tiga pusat kesehatan di luar arena Asian Games 2018, 230 mobil ambulans, 27 rumah sakit rujukan utama yang terakreditasi (15 RS di DKI Jakarta, 4 RS di Sumatra Selatan, 7 RS di Jawa Barat, dan 1 RS di Banten), lima ICU mini selama acara pembukaan dan penutupan Asian Games, dan dua poliklinik di Wisma Atlet.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.