Asian Games 2018: Atletik Tak Dibebani Target, Harapkan Kejutan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatnas atletik Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pelatnas atletik Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung enggan membebani target untuk para atlet yang berlaga di Asian Games 2018.

    "Atletik ini kan spesialis kejutan. Kita nantikan kejutannya," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Baca: Asian Games 2018: CdM Syafruddin Minta Atletik Sumbang 5 Emas

    Menurut dia persaingan cabang atletik di Asian Games cukup berat. Namun ia menyebut beberapa peluang untuk mendapat medali. "Ada nomor 4x100 meter putra, lompat jauh putra, 100 meter (lari) gawang putri, dan tolak peluru putri," ujarnya.

    Adapun beberapa atlet dengan nama kondang, Lalu Muhammad Zohri, Maria Natalia Londa, dan Hendro Yap pun PB PASI juga menanti kejutan. "Itu (kejutan) yang kami harapkan. Itu kan bisa dilihat di atas kertas karena kami (atletik) cabang terukur," katanya.

    Ia menjelaskan bahwa untuk Lalu Muhammad Zohri di nomor individu tidak dibebani target. Begitu juga dengan Maria Natalia Londa. "Kembali ke kondisi puncak dia (Maria), sudah ke arah sana," ujarnya.

    Baca: PB PASI: Atletik Siap Bikin Kejutan di Asian Games 2018

    Sedangkan Hendro Yap, menurut dia akan bersaing ketat dengan atlet dari Cina dan Jepang. "Karena di atletik yang datang ke Asian Games bukan cuma juara Asia. Tapi juga juara dunia," tuturnya.

    Tigor mengatakan saat ini para atlet sedang menghabiskan sisa program latihan untuk Asian Games 2018. "Latihan ringan, dan perbaikan teknik," katanya. Ia menjelaskan ada 58 atlet putra dan putri yang akan bertanding untuk 42 nomor.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.